Murung Raya, Upaya memperkuat tata kelola administrasi desa kembali ditegaskan oleh Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Arsip Desa yang digelar di Gedung Pertemuan Umum (GPU). Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Ernawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu agenda strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan arsip serta kesiapan desa menghadapi pemeriksaan maupun kondisi darurat, 17/11/2025
Dalam sesi wawancara, Ernawati menjelaskan bahwa tujuan utama sosialisasi ini adalah memastikan 116 desa dan 9 kelurahan di Murung Raya memahami standar dan prosedur pengarsipan yang baik, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kemampuan desa dalam mengelola arsip sangat penting terutama ketika menghadapi pemeriksaan dari BPK maupun KPK.
“Dengan pengarsipan yang bagus dan tertata rapi, desa dapat menunjukkan dokumen dengan cepat ketika diperlukan. Ini penting untuk transparansi dan akuntabilitas,” jelas Ernawati.
Digitalisasi Arsip Jadi Fokus Utama 2025
Ernawati menambahkan bahwa tahun 2025 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menempatkan digitalisasi arsip sebagai salah satu prioritas utama. Hal ini termasuk penanganan arsip pascabencana, khususnya banjir yang kerap menyebabkan berkas fisik rusak atau hilang.
“Kami mengarahkan desa untuk melakukan pemindaian (scan) terhadap arsip-arsip penting kemudian menyimpannya dalam media penyimpanan seperti flashdisk. Jika terjadi banjir dan berkas fisik rusak, versi digitalnya tetap aman dan akan kami simpan di dinas,” ungkapnya.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga keselamatan data administrasi desa serta mendukung sistem kearsipan modern yang lebih responsif.
Tahun Depan: Pengembangan Perpustakaan Desa
Selain fokus pada kearsipan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Murung Raya juga menargetkan penguatan sektor perpustakaan pada tahun berikutnya. Ernawati menyebut bahwa seluruh desa direncanakan akan memiliki fasilitas perpustakaan desa sebagai bagian dari program peningkatan literasi masyarakat.
“Tahun depan fokus kami bergeser ke pengembangan perpustakaan desa. Kami ingin semua desa memiliki fasilitas perpustakaan yang dapat diakses masyarakat,” ujarnya.
Pendampingan Berkelanjutan untuk Operator Desa
Menjawab pertanyaan mengenai bagaimana dinas memastikan operator desa memahami standar pengelolaan arsip, Ernawati menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada sosialisasi di GPU. Dinas akan menurunkan tim langsung ke desa-desa untuk memberikan bimbingan teknis lanjutan sekaligus melakukan pemantauan.
“Kami akan turun langsung ke desa dan kecamatan, membagi tim sesuai wilayah seperti jalur DAS Barito. Tim kami akan memantau perkembangan pengelolaan arsip di desa untuk memastikan standar benar-benar diterapkan,” katanya.
Melalui pendekatan berlapis—sosialisasi, digitalisasi, pendampingan lapangan, serta rencana pengembangan perpustakaan desa—Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Murung Raya berharap seluruh desa semakin siap dalam tata kelola administrasi dan literasi ke depan.
